Bukankah akan lebih baik jika menaikkan harga "Tarif Tol" untuk mobil pribadi dan tetap murah untuk angkutan umum saja. Imbas kenaikan BBM akan melanda lebih banyak orang sementara kenaikan tol justru banyak dampak positifnya.
Jika "Tarif Tol" dinaikkan maka:
<1>banyak investor berminat untuk membangun jalan tol karena menurut kalkulasi bisnis modal akan kembali lebih cepat dan lebih banyak. Infrastruktur akan bertambah kualitas dan kuantitasnya.
<2>mungkin banyak yang akan lebih memilih untuk naik transportasi umum saja. Jika diiringi dengan perbaikan kualitas dan kuantitas maka moda transportasi umum akan semakin berkembang dan diminati.
<3>harga sayur-mayur dan sembako lainnya tidak banyak berubah karena truk tidak kena dampak kenaikkan tol.
<4>para pemilik mobil pribadi -demi menjaga gaya hidup- akan bekerja lebih keras agar tetap bermobil. Perekonomian justru semakin meningkat. Kelas ini lebih pintar mencari uang dibanding kelas masyarakat lainnya. Semakin mereka boros maka perekonomian akan semakin meningkat.
<5>tidak akan ada demo damai apalagi yang anarkis. Siapa yang mau berdemo demi "turunnya tarif tol" yang hanya berlaku untuk mobil pribadi. Gak ada seorangpun.
<6>dan masih banyak lagi manfaat positif lainnya.
Masih banyak tarif lain yang bisa dinaikkan tanpa perlu menaikkan harga BBM. Silakan mengeksplorasi lebih lanjut. Tarif Pajak untuk kendaraan mewah dan TUA. Tarif Fiskal untuk kepergian ke luar negeri yang sifatnya PAKANSI. Dan masih banyak lagi. Intinya: orang kaya dan yang mampu menghasilkan banyak uang yang harus banyak diambil Negara sebagai "Preman Resmi" dan diridhai masyarakat.
Wassalam....
Teguh Sugiharto